Bawaslu DKI : Semua Penyataan Yang Ahok Di Kepulauan Seribu Bukan Pelanggaran ..!!!

0
1455
Bawaslu DKI : Semua Penyataan Yang Ahok Di Kepulauan Seribu Bukan Pelanggaran ..!!!

Bawaslu DKI : Semua Penyataan Yang Ahok Di Kepulauan Seribu Bukan Pelanggaran ..!!!

 

Kabarhoki.com – Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri menilai, pernyataan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama yang diduga melecehkan ayat suci Alquran bukanlah pelanggaran.

Jufri sendiri mengaku, mendapat beberapa laporan dari masyarakat terkait pernyataan Ahok. Bawaslu DKI Jakarta sudah menindaklanjuti laporan itu dan melakukan rapat pleno.

“Kami memutuskan bahwa, laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti karena bukan mengandung tindak pidana pemilihan atau pelanggaran administrasi pemilihan,” kata Jufri di Hotel Grand Cemara, Jalan Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Jufri menilai, Bawaslu menjadikan Undang-undang Nomor 10 tahun 2015 tentang Pilkada sebagai acuan dalam melihat laporan pelanggaran yang diterima. Dalam kasus Ahok, Bawaslu DKI menilai hal itu bukan sebagai pelanggaran. Sebab, lanjut dia, Pilkada DKI belum memasuki masa kampanye, melainkan masih tahapan.

Bawaslu DKI kata Jufri, bertugas mengawasi peserta pemilihan yang akan bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Sampai saat ini, kata Jufri, belum ada peserta pemilihan, karena belum ada penetapan.

Jufri menjelaskan, Bawaslu DKI melihat apakah tindakan yang dilakukan Ahok merugikan atau menguntungkan pasangan calon lain. Setelah didalami, Bawaslu menilai tak ada pasangan calon yang dirugikan dalam pernyataan itu.

“Maka gugur pelanggaran di situ,” kata dia.

Dia menilai, kegiatan yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu merupakan kegiatan di luar kampanye. Berpedoman pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, Bawaslu DKI tak menemukan pelanggaran pada kegiatan itu.

“Baik administratif maupun tindak pidana pemilihan,” kata dia.

Pada 27 September, Ahok mengunjungi Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk menjelaskan soal program pemerintah. Dalam sambutannya, Ahok menyinggung sebuah ayat Alquran. Ahok mengaku, hanya meluruskan bahwa program yang dia selenggarakan tak ada hubungannya dengan pilih memilih.

“Warga Pulau Seribu waktu itu satu pun tidak ada yang tersinggung, malah kita tertawa-tawa kok. Saya tak mau orang yang punya tafsiran itu bingung, dapat bantuan tapi enggak milih saya,” ucap Ahok.

Diakui Ahok, pernyataannya tersebut adalah tafsiran pribadi. Namun pernyataan itu menjadi naik hanya karena menjelang Pilkada. Ahok mengaku tak ingin menyinggung kembali permasalahan agama yang dia anggap memang urusan pribadi. “Jadi enggak usah diteruskan komentar saya ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ahok menyebut tak pernah ada niat mengesampingkan agama apa pun. Salah satu buktinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat program yang memudahkan sekolah-sekolah muslim tetap berjalan, seperti pemberian Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi program madrasah.

 

Sumber : metrotvnews.com

 

LEAVE A REPLY