HEBAT .. !!! Imam Besar Masjid Istiqlal : Kalimat Ahok 100% Tidak Ada Penistaan AGAMA .. !! SEBARKAN

25
211463
HEBAT .. !!! Imam Besar Masjid Istiqlal : Kalimat Ahok 100% Tidak Ada Penistaan AGAMA .. !! SEBARKAN

HEBAT .. !!! Imam Besar Masjid Istiqlal : Kalimat Ahok 100% Tidak Ada Penistaan AGAMA .. !! SEBARKAN

 

Kabarhoki.com, Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan. Menurut dia penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik.

“Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya,” jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar kepada KBR, Selasa (01/11).

“Tetapi bagaimana pun juga statement misalnya ‘dibohongi oleh surat Al-Maidah’ macam-macam – redaksinya persis seperti itu – memang bisa menyakiti telinga orang lain, terutama yang beragama Islam,” tambahnya.

Nasaruddin menyerukan kepada umat muslim agar lebih arif menghadapi situasi ini. Kata dia, seharusnya umat muslim tidak terpancing emosinya. Sebab, dalam kasus ini contohnya Ahok, bukanlah orang yang mendalami ayat-ayat Al Quran.

Selain itu, dia juga mengimbau seluruh politisi untuk tidak menggunakan ayat-ayat kitab suci dalam kegiatan politik. Sebab, hal itu bisa berakibat pada kemarahan.

“Jadi dibohongi itu kan kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya, bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya pakai surat itu adalah keterangan. Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi itu ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu, gitu,” papar Yeyen kepada KBR, Selasa (1/11/2016).

“Jadi dibohonginnya tidak mengacu pada ayatnya sebetulnya, tapi ayat itu dipakai sebagai alat untuk membohongi. Permasalahannya apakah yang membuat pernyataan itu, kan tidak menyatakan bahwa surat itu bohong kan gitu ya, tetapi menggunakan alat dengan ayat itu. Jadi memakai ayat itu sebagai alat membohongi orang, kan gitu maksud sintaksisnya,” ujarnya.
Dalam transkrip yang beredar seputar ucapan Ahok di pulau Seribu tertulis, “Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya.”

“Dan untuk umat Islam juga ada kehati-hatian juga dalam merespon,” katanya.

“Janganlah sering dibawa ke politik,” tandasnya lagi.
Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) akan mendatangkan ahli bahasa, agama dan pidana untuk menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok. Kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andrianto seusai pemeriksaan Ahok di Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober lalu, pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.

Menurut Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yeyen Maryani, kata dibohongi adalah kalimat yang pasif.
Yeyen menjelaskan dari sisi bahasa harus melihat konteksnya mengacu kemana.

 

Sumber : kbr.id

 

POKER ONLINE | CEME KELILING | CAPSA SUSUN | LIVE POKER | AGEN CAPSA |AGEN POKER

25 COMMENTS

  1. Mohon Di sikapi secara Arif bijaksana dan Adil. Kalau memang hal itu Ahok di nyatakan sebagai Penista Agama Al quran.. tapi bagaimana dengan Penista2 yang lain. Saya tidak usah menjelaskan detail deh. Lihat lah sebenar benarnya penistaan Agama itu yang tidak pernah praktek Akhlak untuk jiwanya masing2. Al quran itu praktek sehari hari perilaku perbuatan sifat2 manusia . Bagi jiwa mulia tidak di butuhkan penjelasan lagi secara lisan tapi praktek kehidupan yang nyata. Dalam hal ini Pak Basuki Tjahaya Purnama / Ahok tidak ada indikasi niat untuk berbuat Nista. Saya yakin Ahok tidak bersalah. Maka mohon adil pihak hukum Pemerintahan Republik Indonesia untuk adil dan bijaksana. Semoga Tuhan memberikan hati nurani bangsa Indonesia yang sejuk damai. Tolong dan mohon bebaskan beliau dari Tuntutan . Insyaallah~ DUREN IMTAQ , DEPOK JAWA BARAT

  2. Jika ingin menjegal langkah pak Basuki, untuk mengurus DKI dgn kesungguhan hatinya, janganlah memfitnah dia secara keji seperti ini, ini sangatlah tidak adil dan sungguh sangat memalukan bangsa ini, karena kita lebih memilih, mempersalahkan seseorang yg tidak pernah merasa ingin menista Islam yg selama ini diapun gigih ikut merawatnya. Meskipun dia sendiri bukan seorang muslim, namun sikapnya yg lebih sering memihak kepada muslim, itu sudah merupakan suatu bukti, sbg tanda dia ingin berterima kasih kepada Tuhan, karena dia merasa diterima ditengah komunitas yg mayoritas beragama Islam. Hanya dgn bermodalkan jujur dan amanah, dia mampu merangkul umat muslim dan non muslim yg membutuhkan pemimpin adil dan berdedikasi tinggi, serta mengayomi orang2 susah yg banyak bertebar diDKI ini. Lalu jika ada “orang” yg berusaha secara ngotot dan tanpa lelah, hingga mengerahkan orang baik2 dan ulama2 seIndonesia dgn cara2 memprovokasinya. Bukankah kita patut mencurigai “orang” ini?, ada satu kekuatan hitam yg tengah bermain disaat menjelang pekaksanaan pilkada yg tidak lama lagi akan digelar secara serentak ini. Bahkan betapa kejamnya serangan terhadap Ahok yg sudah bekerja dgn kesungguhan dan tanpa lelah sebagai pelayan rakyat ini, bahkan mereka mengarang cerita, Ahok akan mengikuti jejak Li kwan yu perdana menteri Singapura, yg awal mulanya berbaik baik dgn muslim hingga mendapat dukungan penuh dari umat muslim disana. Namun pada akhirnya, ketika kekuasaan sdh mutlak ditangannya, muslim tidak diperhitungkannya lagi. Padahal kasus yg terjadi diSingapura itu, tidak semudah yg mereka fitnahkan, karena peristiwa disana itu jika kita tidak mengerti duduk persoalan yg sesungguhnya, maka kebodohan informasi yg didapat. Sayangnya banyak yg terpengaruh, hingga mereka sengaja menutup mata akan loyalitas Ahok terhadap muslim, dan ngotot mempersalahkan Ahok sbg penista agama, dan memaksa pemerintah memenjarakannya secepatnya lewat aksi spetakuler umat yang tercetus dlm demo super damai 212 kemarin. Sekali lagi, ini sudah menjurus kepada fitnah yg teramat keji, demi syahwat kekuasaan. Berkompetisi dlm pilkada, semestinya harus dijalani dgn cara2 elegant dan mendidik. Sesuai motto pilkada itu sendiri, pemilu atau pilkada harus jujur dan adil, jadi jika ada usaha yg secara masiv ingin menekan pemerintah ini, agar menghukum pak Basuki atau Ahok lewat kasus yg di-buat2 seolah beliau sdh benar menistakan agama, berarti ada satu kekuatan yg luar biasa, yg ingin salah satu jagoannya menjadi pemenang pilkada. Karena jika peserta no urut 2 ini, ikut bertanding, maka tidak ada calon lain yg sebanding. Terbukti Ahok Djarot sdh memperlihatkan hasil kerjanya yg nyata dan sangat diapresiasi oleh muslim maupun non muslim yg menginginkan perubahan segera terjadi di Ibu Kota Jakarta. Save Ahok, berarti perduli pada “kebenaran” dan “adil” dalam sikap dan perlakuan, sesuai yg diajarkan Tuhan Semesta Alam, jangan rusak tatanan pemerintahan yg sdh digagas Ahok Djarot dgn kesungguhan yg anti korupsi, kolusi dan nepotisme. Jangan salah pilih, Ahok memang tak sebanding, itu sebabnya mereka (lawan Ahok) semakin SINTING.

  3. Sangat setuju bpk ustad yeyen. Bobot nya akademik sekali. Banyak yang melihat masalah ini sebagai kesempatan untuk saling menjatuhkan antar sesama sekalipun dibawakan dengan urusan yang sangat agamais sekali. Tapi salut dengan perbedaan pandangannya yang mencerahkan. Bless u.

  4. Saya setuju sekali dengan persepsi dan penilaian Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Kita jangan mengedepankan nafsu, dengan panasnya telinga dengan ucapan Ahok, dan kita jangan sampai mempengaruhi orang lain, karena terdorong dengan faktor politik.

    Kita dapat melihat kasus Sengkon dan Karta, dimana telah menjalani hukum yang dijatuhkan pada mereka berdua, hingga selesainya menjalani hukuman baru diketahui dengan jelas bahwa Sengkon dan Karta tidak bersalah.

    Kita sebagai manusia yang bernegara dan berdaulat dengan hukum, dan ideologi Pancasila. Masih banyak yang dapat menilai benar tidaknya ucapan Ahok di Pulau Seribu. Mari kita serahkan kasus itu kepada hukum di Indonesia, dan jika Ahok tidak bersalah, mari kita membelanya, jika benar tidak bersalah, jangan menilai Ahok dari iman kepercayaannya, tapi mari kita mengambil hikmah dari ucapan dan tidak terprovokasi dengan unsur politik.

    • Setuju sy sependapat dg anda jangan mudah menuduh ato menghakimi sendiri, serahkan pd ahlinya. Lbh bijaksana jika kita memaklumi tindakan pak Ahok tdk ada unsur sengaja tp keselip lidah saja, dr pd kita emosi u/menghukumnya.

      Memaafkan adalah lbh mulia dan dimuliakan Allah SWT. Aamiin.

    • Imam mahdi = Imam gadungan.
      Pendek akal & rendah ilmu pengetahuan.
      Woi… Ngaca dulu sana imam gadungan!!!!
      Yang sakit tu otak & kelakuanmu.

  5. Kalau mau fair seharusnya orang2 di TKP (P.Seribu) yang tertawa saat itu, juga ikut diadili. Kalau Ahok diduga aniaya agama, orang2 yang tertawa pada saat itu termasuk menganiaya juga. Kalau orang2 tersebut mengetahui bahwa Ahok dengan sengaja menganiaya suatu ayat pada saat itu, seharusnya mrk tidak tertawa dan langsung melakukan sesuatu yang sepantasnya, paling tidak diam saja kalau mereka takut. Kenapa ikut tertawa? Jawaban logisnya mungkin: memang Ahok tidak ada maksud menyalahgunakan ayat tersebut. Ya ga?

  6. Gatot brajamusti. Kanjeng taat pribadi. Kalau kita lihat 2orang inilah yang mencederai Islam dan membodohi masyarakat. Narkoba dan penipuan dengan dali agama. Orang seperti ini yang harus di demo. Tujuan ormas tertentu yg jelas akan merongrong pemerintah dan menjatuhkan Presiden. Kenapa tdk ditangkap? Aktor intelektual nya sd terlihat. Dan jg ada pejabat yg melindungi ormas tsb bahkan termasuk pendiri nya aneh bin aneh.

  7. utk kalian pencinta NKRI,tolong ucapan itu benar2 dibuktikan dg tindakan kita,jgn mudah diadu domba oleh orang2 yg haus kekuasaan ,yg ingin berkuasa dg cara yg curang.Tolong dengarkan pidato bpk Ahok yg asli dg hati yg tenang dan netral,didengar apakah ada kata2 yg menista agama Islam atau qur’atau ulamanya.saya sdh melihat videonya dan sp bingung mencari dimana ucapannya yg menista.Tolong sekali lagi bagi orang2 yg sakit hati,coba lihat video nya yg asli.semoga negara ini tdk dipecah belah oleh org2 yg tdk takut oleh hukuman Tuhan Yang Maha Adil

  8. utk kalian pencinta NKRI,tolong ucapan itu benar2 dibuktikan dg tindakan kita,jgn mudah diadu domba oleh orang2 yg haus kekuasaan ,yg ingin berkuasa dg cara yg curang.Tolong dengarkan pidato bpk Ahok yg asli dg hati yg tenang dan netral,didengar apakah ada kata2 yg menista agama Islam atau qur’atau ulamanya.saya sdh melihat videonya dan sp bingung mencari dimana ucapannya yg menista.Tolong sekali lagi bagi orang2 yg sakit hati,coba lihat video nya yg asli.semoga negara ini tdk dipecah belah oleh org2 yg tdk takut oleh hukuman Tuhan Yang Maha Adil

  9. Banyak yang ga mau Ahok karena non muslim (ssi larangan di Al Quran katanya)….yahh monggo…. nanti di pencoblosan tinggal dicoblos yang bukan Ahok.
    Banyak yang mau Ahok dipenjara….yah monggo….biar proses peradilan yang berjalan.
    Tapi mbok diskusi pakai akal sehat dikit dong dan pakai sopan santun… Mosok gara2 ini kita menghina sesama kita bahkan ada yang menghina Imam besar. Be cool man…..kita perbaiki dulu sikap dan perilaku kita masing2. #Save NKRI…..Jangan kita mau dipecah belah karena kepentingan politik.

  10. #Saveahok. Ayo teman2 tunjukkan pada para hakim, bahwa masih lebih banyak yg waras dibanding mereka yg koar2 supaya ahok dipenjara. Jangan takut, krn pendukung hukum yg benar lebih banyak dibanding para pendemo pemaksa syahwat kekuasaan bertopeng bela agama

LEAVE A REPLY