Kata Pengamat Politik , Ikrar Nusa Bhakti : Masa Tentara Ingusan Mau Jadi Jadi Pemimpin Jakarta

1
2828
ikrar-nusa-bhakti Menilai Agus Yudhoyono terlalu muda untuk berpolitik

Kata Pengamat Politik , Ikrar Nusa Bhakti : Masa Tentara Ingusan Mau Jadi Jadi Pemimpin Jakarta

 

Kabarhoki.com – Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti langka Agus Harimurti Yudhoyono yang memilih mundur dari TNI demi ikut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Khusus Ibu kota Jakarta.

Menurut dia, level putra sulung Susilo Bambang Yudhoyon (SBY) itu di politik maupun kemiliteran masih minim.

Ikrar mengatakan, selama ini Gubernur DKI yang berlatar Militer selalu berpangkat letnan Jendral. Misalnya, Ali Sadikin, Tjokropranolo, hingga Sutiyoso.

Sedangkan Agus Yudhoyono baru berpangkat Mayor. Ikrar pun menyebut Agus masih ingusan untuk bersaing di Pilkada Ibu Kota Negara.

“Buat saya ngaco aja sih. dia mau jadi panutan. Panutan apa anak masih ingusan gitu?” ujar Ikrar di Jakarta, Jumat (23/9/16).

Ikrar pun meyakini Agus Yudhoyono yang berpasangan dengan Sylviana Murni tidak akan mampu menjaring mayoritas pemilih DKI.

“Apa warga Jakarta mempercayai pengelolaan Jakarta dengan Seorang yang masih berpangkat Mayor?”ulasnya.

Selain itu Ikrar juga mengatakan, Agus telah melakukan pertaruhan karena meninggalkan karier di militer demi maju di Pilkada DKI.

Meski demikian Ikrar mengakui, andai Agus bisa menang maka punya peluang menjadi penerus SBY untuk bertarung di pemilihan Presiden.

Namun, Ikrar pesimistis hal itu bisa terjadi. Sebab, katanya, demokrasi butuh sistem kaderisasi berdasarkan sistem merit.

“Di Amerika tidak ada masih berpangkat rendah maju jadi pemimpin. Tidak ada yang berpangkat rendahan. Dalam militer senioritas itu penting,”tegas dia.

Untuk itu, dia menyayangkan SBY yang telah mengorbankan Agus untuk bertarung melawan duet indumbent, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot S Hidayat.

Sebab, Pengalaman Agus Belum cukup sehingga tidak akan mampu bertarung untuk memenangi di Pilgub DKI.

“Agus masih sangat muda, tak punya pengalaman Politik apa pun dan tak juga punya pengalaman militer yang cukup tinggi di ajukan jadi cagub DKI Jakarta,”pungkas Ikrar.

 

 

 

1 COMMENT

  1. Seorang Pengamat Resmi (bukan abal2 atau jadi2an), apalagi dari LIPI, lembaga khusus untuk itu seperti Prof.Dr. Ikrar Nusa Bakti, mereka memiliki KEKEBALAN delik terkait suatu PENILAIAN atas suatu objektif/subjek, termasuk prmberian OPINI.
    Lagi pula, apa yg diungkap oleh INB tidak bersentuhan dengan ‘sikap kebencian’ karena hanya ekspresikan fakta perihal sejarah perebutan Kursi DKI-1 yg diikuti para jenderal berpengalaman, tidak oleh ABRI berpangkat Mayor yg masih hijau.

LEAVE A REPLY