Siti Zuhro : Ahok Kalau Maju Hanya Topeng Untuk Pilpres Bagusan Mundur Deh

3
11462
Siti Zuhro : Ahok Kalau Maju Hanya Topeng Untuk Pilpres Bagusan Mundur Deh

Siti Zuhro : Ahok Kalau Maju Hanya Topeng Untuk Pilpres Bagusan Mundur Deh

 

Kabarhoki.com – Kata Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menyarankan agar warga DKI Jakarta untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang akan menuntaskan masa jabatannya dan tidak untuk mengikuti pilpres di tahun 2019.

Perempuan yang akrab disapa Wiwiq itu tersebut mengatakan setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersumpah untuk menunaikan masa jabatan lima tahun dan tidak meninggalkannya untuk mengikuti Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.

“Jangan pilih orang yang akan lompat-lompat seperti kutu loncat. Apalagi nanti yang akan akan mengikuti Pemilu nasional. Jangan dipilih deh. Kita ingin dia bersumpah lima tahun di Jakarta,” kata Wiwiq di Cikini, Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

“Saran kalau Ahok mengikuti Pilkada hanya topeng untuk mengikuti Pilpres 2019 .. Bagusan Mundur dari pilkada 2017/2022 deh . Jangan mengecewakan rakyat jika nanti anda terpilih jadi Gubernur 2017/2022 ” Sahutnya

Wiwiq meminta agar partai politik sebagai pengusung dan calon yang diusung menjadi satu kesatuan dan bertanggung jawab.
Bagaimanapun juga, kata dia, calon yang diusung adalah ‘showroom’ dari partai politik yang merepresentasikan mengenai kredibilitas dan integritas partai.

Secara khusus, Wiwiq menyoroti tiga calon gubernur bukanlah kader masing-masing partai pengusung.
Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukanlah kader PDI Perjuangan, Anies Baswedan bukan pula kader Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sosial.

Adapun Agus Harmurti Yudhoyono bukanlah kader dari Partai Demokrat, PPP, PKB atau Partai Amanat Nasional.

Untuk itu, Wiwiq berharap Pilkada DKI Jakarta yang sebentar lagi akan dimulai tidak dijadikan sebagai demokrasi prosedural, tapi demokras yang bisa menghadirkan pemimpin kepada masyarakat.

“Kita harus menuju Pilkada yang berkualitas, bukan Pilkada yang prosedural. Harus mampu hadirkan seorang pemimpin yang menggembirakan masyakarat Jakarta,” tukas Wiwiq.

Sekadar informasi, Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 Joko Widodo tidak menyelesaikan masa jabatannya. Jokowi meninggalkan jabatannya dan memilih mengikuti Pemilihan Presiden tahun 2014.

 

 

 

 

3 COMMENTS

  1. Betul banget mbak Wiwiq
    Hati2 sama Grand Destination Orang2 tersebut yg sekarang ada Di balik layak nya pemerintah an Jokowo dan Ahoko
    dari China, target mereka thn 2023 Indonesia ke tergantungan pada China. Kamu dan saya akhirnya hanya jadi penonton yg gak bisa buat apa, hanya teriak2 di luar pagar. … BEGITU.!

LEAVE A REPLY