Sylviana : Memimpin Jakarta Tidak Perlu Marah-Marah .. Ikuti Aja Apa Yang Rakyat Mau

4
4657
Sylviana : Memimpin Jakarta Tidak Perlu Marah-Marah .. Ikuti Aja Apa Yang Rakyat Mau

Sylviana : Memimpin Jakarta Tidak Perlu Marah-Marah .. Ikuti Aja Apa Yang Rakyat Mau

 

Kabarhoki.com, Jakarta – Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni mengungkapkan pentingnya budaya Betawi bagi pembangunan Jakarta. Menurut Sylvi, kebudayaan dapat melenturkan Jakarta.

“(Kebudayaan) penting karena ini yang bisa melenturkan, tidak harus memimpin Jakarta ini dengan keras, tetapi tegas, tidak perlu marah-marah kan, dan jadi Pemimpin Jakarta itu cukup ikutin apa yang rakyat mau” ujar Sylvi di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016).

Sylvi menuturkan, kebudayaan dapat membuat semua orang menjadi lebih menikmati hidup.

Tak hanya budaya Betawi, tetapi juga kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta yang melahirkan harmonisasi.

“Bagaimana bisa dengan tegas, tetapi juga enjoy, tetapi kita menikmati budaya, seni, dan lain sebagainya sehingga ada harmonisasi,” kata dia.

Sylvi menuturkan, kebudayaan, khususnya kebudayaan Betawi, akan menjadi perhatian utama jika dia terpilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

“Budaya Betawi di mana saya berasal itu menjadi concern saya. Budaya Betawi ini harus sampai kita tumbuh kembangkan. Kita harus menghargai semua budaya, tapi akar budaya itu tidak boleh hilang,” ucap Sylvi.

Dia juga ingin menghidupkan sanggar-sanggar budaya di 267 kelurahan di Jakarta.

Dia juga ingin menghidupkan budaya Betawi di Balai Kota.

Sumber : Tribunnews

 

 

4 COMMENTS

  1. Menjadi diri sendiri. Saya yakin Anda pernah mendapat falfasah ini dari guru atau dosen anda.
    Jika sikap lemah lembut dan santun Anda perlihatkan pada koruptor , atau pegawai DKI mbeling, maka Anda akan habis.
    Pada Koruptor dan maling ga perlu santun neng…..! Masa kerja lebih dr 30tahun hrs paham hal ini. Atau ambil kursus2 kepribadian tambahan buat jadi wagub yang diminati.
    Inga….inga….inga…..waktu 100hari itu cuma sedikit buat pilgub DKI

  2. Sepertinya ada yg curhat jadi anak buah Ahok selama ini.

    Yg harus anda pikirkan itu seluruh warga DKI, bukan warga yg meminta belas kasihan saja.

    Karena 1000 org yg komplain, anda menelantarkan berapa juta penduduk DKI lainnya.

  3. dari jaman dahulu pemimpin kita gk ada yg marah2 semua santun..tp apa yg terjadi koruptor dimana mana penjara penuh dgn pejabat korupsi..lagian klu yg dibentak atau dimarahi pegawai instansi pemerintahan gk ada masalah kok buat masyarakat..selama ini kerja mereka jg kaga becus klu kerja mereka benar gk mgkn jg dibentak bentak…itu hanya cara silviana aja untuk menjatuhkan ahok.

  4. ya…. betul, tapi pak Ahok kan marah2 bukan kepada semua rakyat jakarta, tapi hanya pada oknum2 yang kurang ajar… dan emang itu yang rakyat jakarta mau… marah2 pada oknum2 yang kurang ngajar, karena selama ini pemerintahan sebelumnya terlalu lembut dan kurang tegas keapada oknum2 seperti itu…

LEAVE A REPLY