Terkuak , Bos Tabloid Obor Rakyatlah Yang Telah Memborong Semua Sari Roti Aksi 212

0
1879

Terkuak , Bos Tabloid Obor Rakyatlah Yang Telah Memborong Semua Sari Roti Aksi 212

 

Kabarhoki.com, Jakarta – Belum lama ini kita dihebohkan dengan klarifikasi dari pihak Sari Roti yang mengatakan bahwa rotinya tidak dibagikan gratis oleh perusahan, melainkan ada seseorang yang memborong semua rotinya kemudian dibagikan gratis di aksi 212 kemarin.

Sontak klarifikasi tersebut mendapat banyak respon dari netizen, mulai dari tanggapan positif hingga negatif. Namun yang masih menjadi pertanyaan besar, siapakah orang yang baik hati tersebut memborong semua roti untuk dibagikan gratis di aksi 212 kemarin?

Namun setelah heboh beredar klarifikasi dari pihak Sari Roti, Setiyardi pun kembali membuat sebuah postingan yang merasa kecewa atas klarifikasi Sari Roti dan dianggap menyakiti hati umat muslim ikut aksi 212 kemarin.

Dari postingan tersebut juga, Setiyardi mengaku yang memborong roti tersebut adalah temannya yang bernama “Abdullah” (Hamba Allah).

Bukti dari Bos Obor rakyat
Bukti dari Bos Obor rakyat

Ah, Sari Roti. Hari ini saya sungguh kecewa denganmu. Kalian membuat pengumuman resmi bahwa tak terlibat pada aksi 212 kemarin. Seolah aksi itu “kegiatan politik” yang harus dihindari. Bahkan disebut pembagian roti gratis itu tanpa ijin resmi dari Sari Roti. Juga dibilang bahwa kalian mendukung NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. [Padahal aksi 212 tak anti NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika]. Ini respon atas viral posting foto Sari Roti oleh AA Gym, Habib Rizieq Shihab dan lain lain. Padahal tone postingan itu sangat positif. Ah, kalian sungguh lebay.

Memang benar itu bukan kegiatan charity dari Sari Roti. Itu inisiatif seorang sahabat saya, sebut saja namanya “Abdullah”, hamba Allah, yang ingin berbagi pada para mujahid 212. [Berikut saya tautkan dua foto persiapan yang belum pernah dipublish]. Jam 4 subuh dia kumpulkan puluhan gerobak Sari Roti, dan membayar dengan cash. Si Abdullah itu ikhlas, anonim, dan hingga kemarin membiarkan itu dianggap memang aksi simpatik dari [pedagang] Sari Roti sahaja.
Dan para pedagang keliling Sari Roti itu sangat antusias. Jam 4.30, usai adzan Subuh, semua sudah stand by di Stasiun Gondangdia, siap menuju Monas. Sayangnya salah satu gerobak, milik Rodi, tertabrak motor. Rantai gerobaknya putus. Betis Si Abang terluka cukup parah. Oleh “Abdullah” diberi uang untuk berobat. Roti di gerobaknya lantas dipindahkan ke gerobak lainnya. Bang Rodi terpaksa dibonceng rekannya untuk membagikan roti secara langsung ke para mujahid.

Tapi hari ini saya sungguh kecewa dengan pengumuman Sari Roti. Teman kuliah saya di Universitas Gadjah Mada, Engelin Wijaya, sempat jadi Direktur Sari Roti se-Indonesia [PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.] Dia pernah bercerita bahwa Sari Roti itu menerapkan sistem “beli-putus”, bukan konsinyasi kepada pengecernya. So, lantas apa dasar Sari Roti bilang kegiatan bagi-bagi roti itu tanpa ijin resmi? Mengapa seperti begitu khawatir dikaitkan dengan aksi 212? Bukankah perusahaan Jepang memiliki etos Bushido, semangat membela keadilan?

 

Sumber : https://www.facebook.com/setiyardi.setiyardi?fref=ts

 

POKER ONLINE | CEME KELILING | CAPSA SUSUN | LIVE POKER | AGEN CAPSA |AGEN POKER

LEAVE A REPLY