Wow Di Era Jokowi Indonesia Punya Galangan Anjungan Migas Terbesar Se-Asia Pasifik

0
1052
Wow Di Era Jokowi Indonesia Punya Galangan Anjungan Migas Terbesar Se-Asia Pasifik

Wow Di Era Jokowi Indonesia Punya Galangan Anjungan Migas Terbesar Se-Asia Pasifik

 

Kabarhoki.com, Jakarta – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, pada Kamis (8/12) berkunjung ke galangan anjungan migas terbesar se-Asia Pasifik, yang berada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Dalam kunjungan ini, Amien didampingi oleh Managing Director Eni Muara Bakau Luca de Caro, VP Government Affairs Communication Eni Vincent Soetedja, dan VP Project Development Jangkrik Juan Carlos Coral. Hadir juga Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Di galangan milik PT Saipem Indonesia ini, Amien ingin melihat langsung pembuatan dan pemasangan bagian atas (Topside Module) kapal Floating Production Unit (FPU) untuk gas dari Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau.

Kapal FPU sepanjang 200 meter ini dibuat oleh konsorsium Saipem, Tripatra, Chiyoda, and Hyundai Heavy Industries. Badan kapal dibuat oleh Hyundai di Korea dan dikirim ke Indonesia, tiba di Pulau Karimun pada Oktober 2016 lalu.

Di Karimun, Saipem membuatkan bagian atas kapal seberat 14.000 ton. Pemasangannya dilakukan dengan menggeser Topside Module dari darat menggunakan semacam rel ke atas kapal. Proses pemindahannya cukup sulit, harus pas agar Topside Module bisa terpasang di kapal.

“Hari ini saya dan tim akan ikut melihat langsung proses pemindahan Topside untuk FPU Lapangan Jangkrik. Dari laporan yang dijelaskan ke saya, proses pemindahannya luar biasa. Berat barangnya 14.000 ton,” kata Amien saat ditemui di Pulau Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (8/12).

Saat Amien tiba, bagian atas kapal belum terpasang sempurna. Badan kapal disandarkan ke darat, disambung dengan semacam rel. Lalu bagian atas kapal yang sudah diselesaikan oleh Saipem digeser melalui rel itu ke kapal.

Di kapal berukuran panjang 200 meter dan lebar 46 meter ini terdapat berbagai fasilitas, di antaranya helipad untuk helikopter mendarat, juga fasilitas untuk tempat tinggal para pekerja. Biaya investasi untuk pembuatannya mencapai US$ 3 miliar alias Rp 36 triliun.

Tak lama setelah disaksikan Amien, Topside Module sudah terpasang sempurna. Setelah ini, kapal FPU akan disempurnakan lagi di galangan ini. Dijadwalkan penyempurnaan (finsihing) selesai pada Maret 2017. Kapal FPU akan berlayar ke Lapangan Jangkrik di Selat Makassar, disambungkan dengan pipa-pipa bawah laut dan pipa-pipa di darat yang menuju ke Kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur.

Fungsi FPU ini adalah menampung gas dari Lapangan Jangkrik dan mengalirkannya ke Kilang Bontang untuk diproses menjadi Liquified Natural Gas (LNG/gas alam cair). Kapal ini rencananya mulai beroperasi pada Juli 2017, ketika gas mulai mengalir.

Keberhasilan pembuatan dan pemasangan Topside Module seberat 14.000 ton ini, kata Amien, merupakan bukti keandalan galangan-galangan di Indonesia. Hal inilah yang membuat SKK Migas berani mengambil keputusan untuk mewajibkan semua kontraktor migas di Indonesia untuk menggunakan kapal, anjungan, dan topside ‘Made in Indonesia’ mulai 12 Agustus 2016.

Amien yakin galangan-galangan kapal di Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan kapal untuk keperluan hulu migas nasional, begitu juga dengan platform dan topside.

“Saya perlu bukti ini karena 12 Agustus lalu, dari SKK dikeluarkan surat edaran untuk hulu migas membuat kapal, platform, topside harus dilakukan di Indonesia. Kami dari SKK Migas ingin membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Apa yang dilakukan Saipem di Karimun membuktikan kita mampu melakukan hal yang termasuk sulit di dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia sudah punya banyak sekali galangan kapal dan fabrication shipyard. Sebagai contoh, galangan milik Saipem di Karimun ini sudah termasuk kelas dunia. Jadi para pengusaha hulu migas tak perlu impor kapal-kapal dan anjungan lagi.

 

POKER ONLINE | CEME KELILING | CAPSA SUSUN | LIVE POKER | AGEN CAPSA |AGEN POKER

LEAVE A REPLY